0

(Poem) Terlupa

Jiwa kering,
diguyuri kepalsuan,
menggelap,
dilumpuhkan kemunafikan.
Tersebab,
melupakan
-Nya, pemilik sesungguhnya.

Jakarta, 09 11 17.

Iklan
0

(Poem) Tok Tok Tok

Terperangkap
Dalam waktu tak berdetik.
Seolah-olah menyengsara.
Namun tertampik oleh sofa nyaman di ruang tengah.
Merangkak,
Membelah sunyi pada kegelapan yang pekat.
Tok tok tok
Begitu merdunya pada cerita di balik dinding.
Lutut mengalaskan dagu,
tengah menanti balasan dari luar di dekat pintu tak bergagangnya.
Mengharap pada magic bertopeng bulan sabit,
membawanya ke tempat berdetik penuh cahaya.
Tok tok tok
Diakui harapnya begitu-begitu saja.
Tetapi,
Ketiga irama beraturan menggema dengan frekuensi kian tinggi.
Tok tok tok…
Baik-baik saja.
Tok tok tok…
Baik… saja.
Tok… tok… tok…
… saja.

0

(Poem) Duduk Yang Seperti Terbang

​Mereka duduk-duduk.
Di bawah langit tak begitu berawan.
Mereka tidur-tidur.
Di atas karpet berbulu tak bau.
Mereka menunduk-nunduk.
Mendaratkan netra pada sederet wahyu Allah.
Mereka memandang-mandang,
dari atas kursi rodanya,
penuh takjub.
Mereka tertawa-tawa,
kemudian terdiam,
mengindra sekeliling,
ditemani suara muadzin mengumandangkan seruan kewajiban.
Mereka memandang tempat kepala kan disujudkan,
mengangkat kedua tangan, membisikkan kebesaran Allah,
lalu menyerahkan raga sepenuhnya pada Sang Pemilik Semesta Yang Maha Baik.
Mereka duduk-duduk, lagi.
Menanti dengan sabar,
Muadzin di waktu lainnya menyalurkan suara seruan kewajiban selanjutnya pada microphone.

Makassar, 30 August 2017,
dengan perasaan kekenyangan teramat sangat.

0

(Poem) Salam Yang Berbeda

Assalamualaikum.
Walaikumsalam.
Saling berbagi cerita dengan menukar pandang.
Membingkai bulan sabit di wajah masing-masing.
Letih tetapi hadirnya melengkapi,
mendinginkan api penat dalam sekejap.
Lalu suara terdengar lembut,
… selamat datang kembali.

.
.

.
.
.
Kiyaaaah, dapat ide lagi habis nonton Evergreen Love.
Langsung cakar-cakar indah di buku.
Tadaaaang~ another post from me. Gimana? Cukup alay nggak? LMAO.
Sukaaaaaa banget filmnya. Sukaaaaaaaaaaa.
Film pertama dengan slow pace yang saya nonton tanpa skip-skip.
Anw, saya aslinya penulis puisi, dan film jepang itu selalu sukses bikin jiwa puitis saya membara. hahaha.