0

CHOCOLATE

chocolate2

Aku menaruh sebungkus roti di sampingnya lalu cepat-cepat berlari menjauh. Tapi kemudian suara baritonnya membentur gendang telingaku. Aku mematung beberapa saat sebelum berbalik perlahan. Menatapnya sekilas dan segera membuang pandangan ke lantai. Aku tidak pernah berani menatap matanya.

“Kenapa kau menyukaiku?” Ulangnya dengan suara yang lebih keras dan jelas.

Baca lebih lanjut

Iklan
2

Anonymous Part 1

Anonymous3

Malam sudah larut dan jari-jemariku masih sibuk dengan keyboard yang tak kunjung juga bersahabat. Mahasiswa tingkat lanjut dengan sederet mata kuliah yang belum dilulusi adalah derita. Di saat teman-temanmu sedang enak-enak menunggu gajinya di balik kubikelnya, kau masih sibuk memikirkan tugas kuliah.

“Ya Tuhaaan, aku menyesal suka bolos dulu.” Kuregangkan tubuh, bersandar malas sambil menatap nanar deretan listing yang selalu berhasil membuatku mual. Apa tidak bisa tugas ini selesai sendiri? Aku menggeleng keras. Menghalau serangan malas yang datang dari segala arah. Ini mudah.

Jarum panjang jam dinding mendarat malas di pukul tiga. Sudah dua jam berlalu tapi pop up error tak jua menghilang dari layar. Kumundurkan kursi, menelungkupkan kepalaku, posisi menyembah pada benda segi empat di hadapanku. Mengumpulkan segala ilmu yang sudah kulalui selama lima tahun pada jari jemariku. Berharap tanganku mendadak bergerak sendiri menyelesaikan error pada programku.

Dengan gerakan cepat aku berdiri, memandang lurus penuh percaya diri ke luar jendela. Lalu berjalan pelan ke arah tempat tidur. Mendudukkan tubuhku di atas kasur. Menepuk bantal, sekali-duakali. Lalu kutidurkan sebagian badanku dengan membiarkan kakiku menggantung di samping ranjang. Semenit kemudian kutarik selimutku, kusisipkan kakiku yang sedaritadi bebas dan memeluk guling dengan erat. “Besok tugas itu akan selesai sendiri,doaku sepenuh hati.

***

Baca lebih lanjut

0

Love and Trust

46757465

by Pippo

Pairing: EXO Lay & Jenifer Kim a.k.a Jee (OC)

Genre: Romance

———

Jee termangu menatap tubuh Sehun yang jangkung meliuk-liuk mengikuti beat lagu. Tak habis pikir, bagaimana tubuh jangkung itu bisa bergerak begitu indah. Padahal dulunya dia mengira Sehun akan bergerak seperti Pinokio, yang membengkokkan sendinya saja setengah mati. Jee tertawa pelan, dia terlalu dini untuk meremehkan lelaki yang lebih muda dua tahun darinya itu.

Seseorang berdehem kencang, membuat Jee melotot kaget melihat siapa yang dilihatnya. Dia terlalu terpesona pada rambut warna-warni Sehun sampai lupa di samping Sehun, ada Lay. Lelaki yang sudah menjadi kekasihnya selama empat tahun lebih. Jee tersenyum kecut, lalu menaikkan tangannya membentuk peace sign.

Lay mengambil posisi duduk di samping Jee setelah menyelesaikan latihannya. Menyandarkan tubuhnya pada dinding cermin yang mengelilingi seisi ruangan lalu menselojorkan kakinya. Mereka sama-sama tidak bicara seperti biasa. Menikmati keheningan yang selalu tercipta di antara mereka dengan khidmat. Hanya dengan Jee, Lay bisa merasa bahagia dengan diam saja.

Jee mengulurkan sebuah handuk putih dan sebotol air minum. “Aku mau menari lagi, Lay.” Gumamnya setengah berbisik tanpa menatap lawan bicaranya. Lay menatapnya kaget, yang kemudian berujar, “Aku juga mau menari bersamamu lagi, Jee.” Seraya menggenggam erat tangan Jee, menyalurkan seluruh kekuatannya pada wanita yang begitu dia sayangi.

Baca lebih lanjut