0

When you like someone

Kadang, jiwa juangmu dihitung bukan dari sebanyak berapa kali kata suka yang kauutarakan, atau usaha-usahamu untuk memiliki, tapi tentang menahan diri serta menyadari bahwa yang sedang bermain-main di benakmu itu …

Mendadak kepikiran ini saat nggak sengaja ketemu dengan seorang wanita paruh baya yang nggak pernah terpikirkan bakal ketemu di tempat tsb. Secara setiap bulan datang di hari yang sama, dan saya tidak pernah melihat beliau sebelumnya. Dengan baju merah putihnya, beliau mengelilingi ruang tunggu, dan menyodorkan permen ke semua orang (iye, semua orang!). Mungkin terdengar biasa saja, tapi itu bukan pemandangan yang mainstream di tempat tsb. Beliau masih sama, orang yang sederhana, murah hati, dan baik, dan itu yang bikin saya teringat anaknya….. oke.

Dua minggu waktu itu bikin saya sadar betapa hebatnya beliau, dan betapa lucunya yang namanya perasaan. Saya nggak pernah seperti itu sebelumnya, teman-teman pun bingung melihat keanehan yang saya lakukan. Tapi makin hari saya jadi sadar, namanya perasaan itu memang kadang nggak sinkron dengan keinginan kita. Saat suka seseorang sedemikian rupanya, tetapi lupa hidup bukan cuman tentang perasaan. Saya jadi teringat dengan mimpi-mimpi membangun keluarga yang ingin senantiasa dipeluk oleh kasih sayang Allah SWT. Oh, again, tapi saya sungguhan tentang ini. Makanya saat menyadari bahwa yang saya miliki hanya sekedar perasaan tanpa menoleh kembali mimpi indah tsb, saya tersadar menyukai seseorang itu memang sebatas seperti itu saja.

Sejujurnya saya jadi merasa sedikit iri dengan orang-orang yang bisa menyukai lawan jenis yang ibadahnya super dan yang bisa murojain mereka tiap saat. Entah kenapa … saya merasa nggak pantas untuk menyukai lawan jenis yang super tsb. Tapi di lubuk hati yang paling dalam pengen rasanya punya pasangan hidup pengejar surga seperti itu. See, beginilah manusia, penuh dengan kontradiksi. Maunya ini, yang dilakuin itu, tapi ujung-ujungnya mikirin si ini. Aneh.

Setelah seharian mengingat dua minggu itu, saya jadi tersadar, mungkin ini yang bikin saya nggak pernah “berjuang” dengan orang-orang yang bikin “saya bingung”. Karena entah kenapa saya merasa yang tahu terbaik buat saya itu ya dari Allah SWT, dan menurut saya yang terbaik itu datangnya dengan cara yang halal. Bukan hanya sedekar bisikan-bisikan setan yang malah bikin galau nggak jelas.

Intinya, menurut saya, menyukai tanpa dibarengi mimpi akibatnya nggak baik pemirsa. Makanya saya pribadi nggak gitu pusing masalah menghalalkan relationship untuk sementara ini, soalnya saya tengah memantaskan diri dengan mimpi-mimpi saya. Tapi…   sekali lagi, yang terbaik buat kita hanya Allah yang tahu, kita berencana seperti apapun, pemegang rencana hanya milik Allah, manusia tugasnya berusaha kemudian berikhtiar, dan ikhlas.

Sebelum menutup omong kosyong saya  ini, saya mau minta maaf, soalnya saya nggak ngatain “kalian” bukan pengejar surga, hanya sekarang saya merasa nggak sanggup lagi main-main sama “yang terbaik pasti datangnya dari Allah SWT”.

Iklan
0

Their Smile

Pernah tidak sih merasa kalau kehadiranmu itu,
bisa merusak flow kebahagian orang lain?
Rasanya ingin berdiam diri sampai batas tak tentu.
Rasanya ingin menangis.

Be brave for what you choose.
Don’t break the flow.
Just be a silent person like used to be.
Their smile more important than anything.
Their happiness are yours too.

0

LULUS, ALHAMDULILLAH

Omg.

Sudah sebulan lho saya menyandang status pengangguran. Hahaha. Rasanya kayak apa ya, susah dijelaskan. Pokoknya semacam ada perasaan lega sekaligus takut. Seperti ditimpa kebahagian yang digandengi setumpuk tanggung jawab.

Sekarang mau bikin apa?

Mau lanjut sekolah? Dimana? Beasiswa? Biaya sendiri?

Mau kerja? Dimana?

Disuruh nikah? Sama siapa? Bhahahak

Pokoknya ini kepala kayak curhat melulu semenjak lulus. Dan memang benar jangan mau lama-lama tidak lulus cuy. Aduhai, galau penganggurannya bisa lama cyiin. =))

Alhamdulillah, salah satu tugas saya sebagai hamba Allah, sebagai diri sendiri, sebagai cucu dari nenek tercinta, dan anak bapake mamake sudah terlaksanakeeen. Alhamdulillah akhirnya kalau terima undangan nikah dari teman yang nama saya pakai title .ST tidak ketar-ketir lagi. Alhamdulillah mimpi-mimpi lanjut kuliah di luar negeri sudah bisa dicanangkan matang-matang lagi. Alhamdulillah walaupun belum kelihatan hilalnya, setidaknya jodoh bisa nongol tanpa takut ditolak sama alasan “belum lulus” eaaa bhahahahk.

Alhamdulillahirrobbilalamin.

Makasih buat semua orang yang sudah membantu sampai kelulusan saya 5 agustus lalu. Kalian luar biyasaaaa. :*

|
|
|
|
Nulis dari hp lagi,
Jadi gajes as usual. =))

0

CIEE, RAMADHAN…

13392151_10204837393014739_5331906854885752729_oPengumuman, di atas bukan disebut gambar tapi coretan. BHAHAHA.

Assalamualaikum WR WB

Bulan puasa, ehem, jadi tulisannya agak religi ya. Ehem.

Alhamdulillah ketemu lagi sama bulan suci ini setelah akhirnya seminar tepat beberapa hari sebelum mulai puasa. Rasanya beda sekali setelah bertahun-tahun memasuki Ramadhan dengan perasaan galau kapan lulus, walaupun belum sepenuhnya lulus sih, tetapi sudah membawa dampak yang sangat berbeda ke diri saya sendiri. Well, saya jadi tercerahkan oleh perasaan –tentunya datangnya dari Allah, yang tidak bisa saya jelaskan.

Anw, sesi tanya seminar kemarin dibuka dengan pertanyaan dari salah seorang penguji yang sudah saya prediksi akan ditanyakan oleh siapapun yang membaca NIM kami. Tapi saat itu saya sedang dalam kondisi tidak siap ditanyai hal itu karena kelelahan mempersiapkan hari H. Makanya saya sempat terdiam cukup lama sebelum menjawab. Jawaban yang sudah saya siapkan jauh sebelum hari jika ada yang mempertanyakan itu. Sebenarnya sangat malu dengan pengakuan waktu itu, tetapi saya banyak belajar selama beberapa tahun belakang ini. Bahwa alasan semua hal jelek yang terjadi denganmu, awalnya berasal darimu. Jikalau pun ada unsur-unsur lain yang mendukung untuk berlarut-larut menetap pada suatu kondisi, tetap saja bukan itu penyebabnya, kan?

Prinsip saya, lihat dulu dirimu baru lihat orang lain. Artinya, kalau ada yang jahat denganmu, mungkin karena kamu pernah jahat dengan orang lain. Ada yang pernah bilang ke saya, sebaiknya berhenti menjadi orang yang sering menyalahkan diri sendiri. Tapi kalau dipikir-pikir, semua kejelekan itu berasal dari diri sendiri. Sedangkan kebaikan itu datangnya dari Allah SWT.

Kok jadi mellow ya. Tulisan saya mah selalu berakhir menye-menye iihh. Tidak nyambung pula sama judulnya. Hahaha.

Mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Selamat berpuasa, readers!

|
|
|
|

Tulisan yang berhasil selesai dan diposting

setelah banyaaaaaaak banget draft di handphone.

Ini habis nonton drakor Another Miss Oh

langsung ngebet pengen nulis ini

hubungannya apaan yak?

=))

1

SKRIPSI

jampasir.jpg

Ini adalah topik yang sangat sensitif untuk saya, tetapi dengan tujuan supaya tidak ada pippobelumkelarkelarkuliah lagi di kemudian hari, saya memberanikan diri menulis topik super sensitif ini. Pfft.

Sebenarnya malu sih mau bahas ini, soalnya ketidaklulusan yang belum juga berakhir ini sama sekali nggak bisa dibanggakan, nggak produktif sekali. Selama ini saya adalah mahasiswa yang pasif dan kebanyakan nonton drama. Entah bagaimana ceritanya dari awal masuk kampus, kuliah saya banyak bolongnya. Tugas banyak saya abaikan, dan tidak pernah sekalipun semangat ngampus. Pada tahun ke lima satu persatu teman saya lulus, dan dengan penuh semangat melanjutkan ke jenjang hidup selanjutnya, tetapi sialnya sampai saat itu pun saya masih ada pada fase belum bisa serius dengan dunia kampus. Sampai suatu waktu saya terkena sentilan religi dan banyak berubah setelah itu. Saya tinggalkan semua teman-teman maya yang biasanya intens bertegur sapa kemudian mulai serius bergelut menyelesaikan mata kuliah yang error. Baca lebih lanjut

0

2016!!!

jamlihatdong

Assalamualaikum Wr. Wb.

2016!

Been a year since my last post. 😮

Em… jadi… sebelum bulan awal tahun ini berakhir, saya putuskan untuk memosting sedikit… em… sebenarnya aneh sih menulis lagi setelah sekian lama vakum menulis. But I’ll try not to write something weird.

Saya bukan orang yang bisa memotivasi so… em…

Kebanyakan orang kalau tahun baru begini bakalan menulis seabrek resolusi yang ingin dicapai, dan selama dua puluh tiga tahun saya tidak pernah serius menulis hal yang seperti itu, jadi (I USED KATA JADI SO MANY TIMES OMG SO AWKWARD) mari mencoba menulis sedikit yang ingin saya capai tahun ini:

  1. Lulus kuliah. No need description. :/
  2. Lebih mendekatkan diri pada Allah SWT, baik itu dari shalat lima waktu untuk senantiasa tepat waktu dan mengembalikan apapun yang saya lakukan pada-Nya. Saya merasa, saya hidup terlalu sombong sama Sang Pencipta. Lupa bagaimana Allah sudah memberi hidup yang sebegitu indahnya. 🙂

Itu saja barangkali resolusi sedikit saya. Ini resolusi serius yang saya publish pertama kalinya jadi nggak perlu kan ya banyak-banyak. Syukur-syukur sudah ada dua. =))

Anw, dua tahun belakangan ini adalah tahun yang begitu berkesan buat saya. Makasih untuk siapa saja yang masih bertahan di samping saya walaupun saya teramat menyebalkan dua tahun belakangan. Makasih tetap mencari walaupun saya sering menghilang hahaha. Saya belajar banyak hal dan it’s so wonderful when God show you something that you never thought gonna happen in your life! Thank you Allah. I’M HAPPY BUT STRESS. LOL. LULUS I’M COMING!