Timing

Beberapa waktu lalu saya sempat membahas tentang sebuah film legendaris yang bikin sakit hati sejuta umat dengan seorang kenalan dekat. Filmnya bercerita tentang dua manusia yang menunggu dan akhirnya melepaskan. Dua manusia yang dipertemukan di waktu yang mungkin saja tepat tapi berujung tak bersama. Mereka masing-masing punya kesempatan, tetapi takut meraih kesempatan itu. Ending ceritanya sih klise, “bukan jodoh.” Tapi tentu sebuah film ingin dipetik makna di baliknya, dan film itu nggak jauh dari kata timing.

Seberapa sering sih kita merasa melewatkan moment yang tepat dalam hidup kita? Atau seberapa sering sih kita merasa bahwa hari itu adalah moment yang tepat untuk sebuah keputusan besar dalam hidup kita?

Sebagai seorang perempuan, saya tentu paham nggak mudah bagi beberapa perempuan menyimpulkan sesuatu. Butuh renungan panjang, dan butuh keberanian yang besar untuk membulatkan opini pada satu titik. Kebanyakan perempuan itu insecure, dan sering mempertanyakan banyak hal. Seringnya ingin dijawab pakai logika tapi sejujurnya ingin ada rasa yang terselip di setiap jawaban. Pola pikir perempuan itu nggak bisa dipungkiri memang agak rumit, tetapi sebenarnya kalau mau mengintip ujungnya, sangat sederhana. Cuman pengen bahagia. Iya, klise sekali.

Film itu mengajarkan bahwa ketika seorang wanita merasa ingin mengutarakan jawabannya, pahit maupun manis, come on boy, you need to catch the answer right away! You need to answer women’s courage with courage also. Timingmu untuk mendengar jawabannya jarang sekali datang dua kali, jangan disia-siakan. Sadar nggak sih kalian para lelaki kalau kalian itu punya keistimewaan? Sekalipun mengantongi sebongkah penolakan, kalian masih bisa berjuang sekuat tenaga karena hati wanita sebenarnya mudah diluluhkan. Beda dengan wanita, ketika lelakinya tak lagi ingin lagi memperjuangkan, apa lagi yang harus dilakukan selain ikhlas dan berdoa? Karena sepertinya hati lelaki yang berpaling hanya bisa dikembalikan oleh Allah SWT semata.

Anehnya, setelah sekian lama, kemarin saya akhirnya berhasil menyelesaikan satu buku karya Habiburrahman berjudul Pudarnya Sinar Cleopatra. Sempat kesal dengan tokoh utama novel ini, tetapi satu hal yang bisa saya garis bawahi dari novel tersebut. Yes, it’s about timing again! Di saat hati si lelaki mulai memudarkan dambaan pada paras surga dunia milik cleopatra, orang yang seharusnya dia muliakan di sampingnya telah kembali pada sisi-Nya. Ia kehilangan timing yang telah diberikan oleh-Nya, dan hanya bisa menyesali segala kesalahannya. Tidak ada lagi yang bisa ia perbuat kecuali meminta ridho-Nya untuk dipertemukan lagi dengan Hawanya di Surga-Nya.

Sadarkah kita sebenarnya setiap manusia punya timingnya sendiri?
Ada orang yang diberikan timing kesehatan berlimpah untuk bisa beribadah maksimal.
Ada orang yang diberikan timing untuk merawat orangtuanya.
Ada orang yang diberikan timing mengantar neneknya ke rumah sakit untuk berobat jalan.
Ada orang yang diberikan timing untuk menjaga hati istrinya.
Ada orang yang diberikan timing untuk berbakti pada suaminya.
Ada orang yang diberikan timing untuk membesarkan buah hatinya.
Paling penting, setiap orang pasti diberikan timing untuk berbuat baik. Ketika hatimu mendadak dibisik untuk berbuat baik pada seseorang, just do it right away. Berbuat baik itu gampang, tetapi timing dan niatnya nggak mudah datang begitu saja.

Sesungguhnya Allah sudah mengatur semuanya kehidupan kita. Sudah mencabangi setiap kondisi di hidup kita. Manusia diberi hak istimewa untuk bisa memilih, menyambut timing tersebut atau melewatkannya begitu saja. Walaupun suatu waktu kamu terjebak pada penyesalan menyia-nyiakan timingmu, tetapi bukan berarti kamu harus stuck pada timing lama tersebut. Belajar dan move on. Allah baik sekali kok.

Jadi… kira-kira timing apa yang menurutmu harus kamu sambut hari ini?

Wish you luck! 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s