(Poem) Tok Tok Tok

Terperangkap
Dalam waktu tak berdetik.
Seolah-olah menyengsara.
Namun tertampik oleh sofa nyaman di ruang tengah.
Merangkak,
Membelah sunyi pada kegelapan yang pekat.
Tok tok tok
Begitu merdunya pada cerita di balik dinding.
Lutut mengalaskan dagu,
tengah menanti balasan dari luar di dekat pintu tak bergagangnya.
Mengharap pada magic bertopeng bulan sabit,
membawanya ke tempat berdetik penuh cahaya.
Tok tok tok
Diakui harapnya begitu-begitu saja.
Tetapi,
Ketiga irama beraturan menggema dengan frekuensi kian tinggi.
Tok tok tok…
Baik-baik saja.
Tok tok tok…
Baik… saja.
Tok… tok… tok…
… saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s