(Poem) Duduk Yang Seperti Terbang

​Mereka duduk-duduk.
Di bawah langit tak begitu berawan.
Mereka tidur-tidur.
Di atas karpet berbulu tak bau.
Mereka menunduk-nunduk.
Mendaratkan netra pada sederet wahyu Allah.
Mereka memandang-mandang,
dari atas kursi rodanya,
penuh takjub.
Mereka tertawa-tawa,
kemudian terdiam,
mengindra sekeliling,
ditemani suara muadzin mengumandangkan seruan kewajiban.
Mereka memandang tempat kepala kan disujudkan,
mengangkat kedua tangan, membisikkan kebesaran Allah,
lalu menyerahkan raga sepenuhnya pada Sang Pemilik Semesta Yang Maha Baik.
Mereka duduk-duduk, lagi.
Menanti dengan sabar,
Muadzin di waktu lainnya menyalurkan suara seruan kewajiban selanjutnya pada microphone.

Makassar, 30 August 2017,
dengan perasaan kekenyangan teramat sangat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s